Metode Penentuan Kandungan Sulfur dalam Produk Petroleum
Produk petroleum mengacu pada istilah umum untuk berbagai produk dengan sifat fisik dan kimia tertentu serta skenario aplikasi yang jelas. Produk-produk ini dihasilkan menggunakan minyak mentah, gas alam, dan mineral terkaitnya sebagai bahan baku inti melalui serangkaian proses, termasuk eksplorasi dan ekstraksi, penyulingan dan pengolahan, serta konversi kimia. Produk petroleum bukanlah zat tunggal tetapi sistem produk dengan cakupan yang sangat luas dan berbagai jenis. Produk-produk ini merupakan bahan dasar yang sangat diperlukan di bidang industri modern, transportasi, pasokan energi, dan kehidupan sehari-hari.
Tujuan Percobaan:
Evaluasi Kinerja Lingkungan: Kandungan sulfur adalah indikator kunci untuk mengukur kinerja lingkungan produk petroleum. Pengukuran kandungan sulfur yang akurat memastikan bahwa produk petroleum mematuhi persyaratan peraturan lingkungan dan mengurangi kerusakan lingkungan.
Memastikan Keamanan Peralatan dan Kualitas Produk Petroleum: Sulfur dan senyawanya dapat mengkorosi peralatan pengolahan petroleum dan komponen mesin, serta menurunkan kinerja produk petroleum. Dengan menentukan kandungan sulfur, kualitas produk petroleum dapat dikontrol, dan korosi peralatan serta penurunan kinerja yang disebabkan oleh kandungan sulfur yang terlalu tinggi dapat dihindari.
Memenuhi Persyaratan Peraturan dan Standar: Tujuan dari percobaan ini adalah untuk memberikan data pengujian yang akurat dan andal, memastikan bahwa produk petroleum memenuhi standar nasional dan persyaratan perlindungan lingkungan internasional.
Mendukung Pengembangan Energi Hijau: Melalui analisis kandungan sulfur yang akurat, dukungan teknis diberikan kepada perusahaan penyulingan minyak, distributor produk petroleum, dan entitas lainnya, mempromosikan pengembangan energi hijau dan perlindungan lingkungan.
Instrumen & Sampel Percobaan:
Sampel Percobaan:Produk Petroleum
Instrumen Percobaan:Penganalisis sulfur fluoresensi sinar-X SH407
,Mematuhi standar ASTM D4294.
![]()
Metode Pengujian:
1. Persiapan Instrumen:
Tempatkan penganalisis kandungan sulfur tungku tabung di lingkungan yang berventilasi baik dan bebas debu, dan pastikan koneksi daya yang stabil. Sesuai dengan persyaratan standar, atur suhu tungku tabung ke 900℃~950℃ dan sesuaikan laju aliran udara ke nilai yang ditentukan.
2. Persiapan Sampel:
Ukur sampel secara akurat menggunakan jarum suntik (metode volumetrik) atau metode penimbangan (metode gravimetrik). Pastikan jumlah sampel sesuai untuk menghindari pembakaran yang berlebihan. Suntikkan sampel ke dalam perahu pembakaran, berhati-hatilah untuk mencegah tumpahan, kemudian dengan cepat tempatkan perahu pembakaran ke dalam bagian masuk tungku tabung.
3. Pembakaran dan Penyerapan:
Tutup pintu tungku dan nyalakan instrumen. Sampel terbakar di bawah kondisi suhu tinggi dan kaya oksigen, dan sulfida diubah menjadi sulfur dioksida (SO₂). SO₂ yang dihasilkan dimasukkan ke dalam alat penyerapan oleh pompa filter hisap, dan diserap oleh larutan berair yang mengandung hidrogen peroksida (H₂O₂) — selama proses ini, SO₂ dioksidasi menjadi asam sulfat.
4. Titrasi dan Perhitungan:
Titrasi asam sulfat dalam larutan penyerapan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) standar, dan catat volume NaOH yang dikonsumsi. Perhitungan Hasil: Hitung kandungan sulfur (persentase massa) dalam sampel menggunakan data titrasi dan rumus yang ditentukan.
Hasil Percobaan
Dalam percobaan ini, kandungan sulfur rata-rata dari sampel diesel ditentukan sebesar 0,0299%. Rentang kandungan sulfur yang dapat diukur mencakup 0,015% ~ 5,00%, dan hasil percobaan memenuhi persyaratan standar.