Metode Uji Rangkaian Distilasi Vakum Minyak Lilin
Minyak lilin adalah zat tidak berwarna, transparan, semi padat atau cair yang diperoleh dari minyak bumi, lemak hewani, atau minyak nabati melalui proses seperti pemurnian, penghilangan warna, dan penghilang bau. Ini terutama terdiri dari alkana makromolekul termasuk cerane, isopentana dan n-pentana, bersama dengan sejumlah kecil alkana dengan berat molekul rendah. Ini memiliki titik leleh tinggi, viskositas rendah dan volatilitas rendah, dan banyak digunakan dalam pembuatan lilin, kosmetik, farmasi, kemasan makanan, minyak pelumas, bahan pemoles dan bidang lainnya.
Tujuan Eksperimental
Sebagai produk minyak bumi berat, penentuan rentang penyulingan minyak lilin sangat penting dalam industri.
①Untuk mengevaluasi kinerja distribusi dan penguapan komponen ringan dan berat:Sebagai campuran kompleks, minyak lilin tidak memiliki titik didih tetap. Penentuan kurva distilasi dapat secara langsung mencerminkan proporsi komponen ringan dan berat, menunjukkan karakteristik penguapannya pada suhu yang berbeda, dan dengan demikian mengevaluasi kinerja penguapannya.
② Untuk penilaian kualitas produk dan optimalisasi proses: Dalam proses penyulingan minyak bumi, minyak lilin sering digunakan sebagai bahan baku untuk unit pemrosesan sekunder seperti perengkahan katalitik dan perengkahan air. Penentuan rentang distilasi memberikan parameter umpan utama untuk proses tersebut, membantu menyesuaikan suhu reaksi, tekanan dan aktivitas katalis, sehingga dapat mengoptimalkan kualitas produk. Selain itu, data rentang distilasi dapat mencerminkan sifat fisik utama seperti viskositas, nilai kalor, dan berat molekul. Menilai lebar rentang distilasi atau titik didih akhir dapat mengidentifikasi komposisi minyak lilin dan mengevaluasi kualitas produknya.
③ Untuk memberikan dasar bagi desain teknik: Data rentang distilasi minyak lilin berfungsi sebagai dasar untuk merancang unit distilasi (seperti menara distilasi vakum) dan melakukan perhitungan termodinamika. Hal ini membantu untuk menentukan kondisi operasi termasuk jumlah pelat teoritis dan rasio refluks yang diperlukan untuk memisahkan berbagai komponen, memberikan parameter teknik yang diperlukan untuk produksi industri.
Peralatan Eksperimental
① Penguji Rentang Distilasi Vakum SD-0165
② Bahan pembantu: cincin porselen tanpa glasir, minyak vakum, kalsium klorida anhidrat murni kimia, pelarut pembersih, dll.
![]()
Prosedur Eksperimental
① Periksa instrumen dan semua wadah untuk memastikan kering dan bebas kontaminasi, lalu sambungkan catu daya.
② Ambil sampel dan lakukan perawatan dehidrasi. Timbang atau ukur 100 mL atau massa setara sampel, dan pindahkan ke dalam labu distilasi bersih yang berisi cincin porselen. Catat suhu saat sampel diukur, kemudian letakkan termometer di tengah leher labu destilasi.
③ Nyalakan pompa vakum, tutup katup ventilasi, periksa kedap udara sistem, dan sesuaikan katup ventilasi untuk mencapai tekanan sisa yang diperlukan untuk pengujian.
④ Berikan panas. Selama penyulingan, kendalikan waktu dari titik didih awal hingga perolehan kembali distilat 10% agar tidak lebih dari 6 menit; mengontrol laju perolehan distilat pada 4–5 mL per menit antara perolehan 10% dan 90%. Pada pemulihan 90%, satu penyesuaian akhir intensitas pemanasan diperbolehkan untuk memastikan waktu dari 90% hingga titik didih akhir tidak melebihi 5 menit.
⑤ Catat suhu dan persentase distilat sesuai dengan persyaratan standar teknis sampel, dan catat tekanan sisa dan waktu secara bersamaan. Fluktuasi tekanan sisa selama distilasi tidak boleh melebihi 0,5 mmHg.
⑥ Hentikan pemanasan ketika distilasi mencapai titik didih akhir. Lepaskan penutup insulasi termal, biarkan termometer mendingin secara alami hingga di bawah 100℃, lalu keluarkan sistem secara perlahan. Setelah pengukur vakum merkuri kembali ke posisi semula, matikan pompa vakum.
⑦ Ubah semua suhu terukur di bawah vakum ke suhu setara pada tekanan atmosfer menggunakan grafik konversi suhu atmosfer-vakum. Ulangi percobaan 1 hingga 2 kali.
Hasil Eksperimen dan Analisis
Setelah pengujian dan analisis, sifat distilasi minyak lilin ditentukan sebagai berikut:
Titik didih awal: 275℃
Suhu pemulihan 50%: 396℃
Suhu pemulihan 95%: 448℃
Hasilnya memenuhi standar produk minyak bumi yang berlaku.